Muntah Hijau

 
 
Berlalu sudah zaman berzaman
Timbul tenggelammu terus-terusan
Memutih sudah ubunmu yang hitam
Namun gelap lagi hatimu yang kelam.
 
Tidak sabarmu tetaplah begitu
Rakus jawatan terlalu melulu
Tiadalah rakyat dalam fikiranmu
Tampuk kuasa itu tetap kau mahu.
 
Aduan rakyat pekakkan telingamu
Kegelisahan rakyat butakan hatimu
Kesusahan rakyat kaburkan matamu
Kini jelas terserlah sudah ku tahu
Covid-19 tiada apa lagi untukku
Kerna bahaya lagi virus bawaanmu.
 
Membayangkan tampuk pimpinan di tangan engkau
Memikirkan katak politik yang engkau pukau
Menggambarkan jawatan itu menjadi milik kau
Ah, lidah ku hanyir, ku muntah hijau.

-Afiza Azmee-

02/10/2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s